ARSITEKTUR PEMBANGUNAN BEKASI UTARA (3):

ARSITEKTUR PEMBANGUNAN BEKASI UTARA (3):

 

Pemekaran Adalah Keniscayaan

 

 

Kembali soal Pemekaran Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.  Ada sejumlah data dari presentasi draft laporan akhir Studi KElayaan Pembentukan Daerah Otonomi Baru yang dilakukan Tim Kajian dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, tanggal 9 September 2008 di Hotel Sahid Lippo Cikarang.

Dari segi sosialisasi, survey membuktikan bahwa ada 80% responden menyatakan sudah mendengar adanya rencana pemekaran Kabupaten Bekasi. Pertanyaan Tim Kajian adalah Apakah Bapak/Ibu sudah mendengar keinginan dari beberapa komponen/bagian masyarakat mengenai rencana pembentukan daerah otonom. Hasil ini sungguh menggemberikan. Karena sejarah mencatat betapa sejak lama ALU (ALiansi Utara) mengusulkan pemekaran sebagai salah satu alternatif meningkatkan kesejahteraan.

Berkali-kali ALU melakukan demonstrasi menuntut perhatian lebih Pemda Bekasi terhadap nasib wilayah Utara. Dalam setiap kesempatan itu pula, ALU meneriakan pemekaran. Alasannya jelas, perhatian manusia tidak terlepas dari faktor fisik dan kemampuan. Bagaimana mungkin bisa memperhatikan bila secara fisik saja berjauhan. Rumah dinas di Lippo. Keluar rumah masuk CRV. AC dihidupkan. Panas terik di luar tertutup body CRV. Mobil menggelinding, melintas hotmik mulus bikin hati tulus. Semua jalan yang dilalui mulus sampai lulus  di Pemda. Dijamin semuanya terurus. Bayangkan bila rumah mereka di Tarumajaya. Lubang jalanannya bikin pemilik sedan ngeri. Srosooot…! Kadang chasis mobil harus berderik. Habis jalanan rusak.

Karena itulah ALU demo. Bawa masyarakat Utara yang bosan miskin. Meminta diperhatikan. Berkali-kali minta, berkali-kali pula dicuekin. Ujungnya, tercetuslah ide untuk melakukan pemekaran. Alhamdulillah, tanpa perlu menepuk dada, sejak awal ALU berperan besar dalam mensosialisasikan ide pemekaran.

Dari persoalan tahu dan tidak tahu, responden  yang  menyatakan setuju dengan pemekaran yakni 86%. Sisanya tida setuju. Hal ini disebabkan Pemda saat ini dianggap tidak mampu melayani publik secara maksimal. 53% MENYATAKAN tidak MAMPU! Pemekaran pun dianggap salah satu solusi yang akan memengaruhi pelayanan dari pemda  lebih baik (72%).

Ditinjau dari segi kesiapan masyarakat, responden menyatakan SIAP 80%. Tentu ini akan menjadi semangat optimis untuk menghela pemekaran. Walau stigma Utara sebagai daerah premanisme dan terbelakang tapi publik  yakin dengan kesiapan masyarakat Bekasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Dari segi kemendesakan, publik menjawab 65% mendesak. Segera mekarkan!

Untuk waktu pemekaran responden menjawab variatif. 3-5 tahun terbesar (47%), lalu yang mengusulkan lebihd ari 3-5 tahun 31%, diatas 5 tahun 54%.

Nah, nanti bila terjadi pemekaran maka responden memilih SUkatani (33%) diikuti Tambelang (23%), Sukawangi (14%) sisanya untuk Babelan, Sukakarya dan lain-lain. Pemiihan ibukota ini tentu dilanjutkan dengan studi kelayakan dari tim teknis. Sejumlah hal harus diperhitungkan secara matang melalui survey atau penelitian apakah daerah itu cocok untuk menjadi ibukota.   Potensi air, geostrategic, geo politik dan lain-lain.

Hasil Analisis Indokator Tiap Alternatif pemekaran sesuai dengan PP no. 78/2007 menyebutkan bahwa

Alternatif I :

Calon Daerah Induk (10 Kecamatan)

Calon Daerah Pemekaran (13 kecamatan)

Setu

Serang Baru

Cibarusah

Bojongmangu

Cikarang Barat

Cikarang Selatan

Cikarang Pusat

Cikarang Timur

Cikarang Utara

Kedungwarungin

 

 

Cibitung

Tambun Utara

Tambun Selatan

Karang Bahagia

Tambelang

Sukatani

Pebayuran

Sukawangi

Tarumajaya

Babelan

Sukakarya

Cabang BUngin

Muaragembong

 

Alternatif ini skornya sangat ideal, berimbang. Dilihat dari Kependudukan, Kemampuan ekonomi, Potensi Daerah, Kemampuan keuangan, Sosial Budaya dan politik, Luas daerah, Pertahanan dan keamanan, Tingkat kesejahteraan dan rentang kendali. Skor 411 untuk Kabupaten Induk dan 412 untuk Kabupaten Pemekaran. Konfigurasi ini  direkomendasikan oleh Tim.

Sementara alternative IV ditolak dengan komposisi:

  

Calon Daerah Induk (13 Kecamatan)

Calon Daerah Pemekaran (10 kecamatan)

Setu

Serang Baru

Cibarusah

Bojongmangu

Cikarang Barat

Cikarang Selatan

Cikarang Pusat

Cikarang Timur

Cikarang Utara

Kedungwarungin

Tambun Utara

Tambun Selatan

Cibitung

 

 

Karang Bahagia

Tambelang

Sukatani

Pebayuran

Sukawangi

Tarumajaya

Babelan

Sukakarya

Cabang BUngin

Muaragembong

 

Alternative ini bedanya tiga kecamatan yakni Tambun Utara, Tambun Selatan dan Cibitung masuk Kabupaten Induk. Alternatif ini ditolak Tim Kajian.

Hasil analisis diatas berdasarkan PP no. 78/2007. PP ini merupakan revisi dari PP sebelumnya yang lebih longgar.  Kaidah perhitungan, indicator dihitung untuk menyusun indeks komposit pembentukan/penghapusan dan penggabungan daerah otonom yang harus memenuhi persyaratan :

1.    Data tersedia

2.    Mudah dihitung

3.    Relevan

4.    Terukur dan reliable

Ada sejumlah faktor yang dihitung, antara lain : Kependudukan, Keuangan/ekonomi (PDRB non migas, pertumbuhan ekonomi, kontribusi PDRB non Migas), Potensi Daerah (rasio sekolah, bank, kesehatan, dll), Kemampuan keuangan (jumlah PDB, rasionya dengan jumlah penduduk), Sosial budaya, Sosial politik, Luas Daerah, Pertahanan Keamanan, Tingkat kesejahteraan masyrakat, rentang kendali (rata-rata kecamatan ke pusat pemerintahan, rata-rata perjalanan dari kecamatan ke pusat pemerintahan).

Terhitung ada sekita 35 item yang diperhitungkan dan dikaji. Karena itu, pemekaran Kabupaten Bekasi adalah sebuah keniscayaan. [kim]

 

Penulis Komarudin Ibnu Mikam

0818721014

komarmikam.multiply.com

komarmikam@gmail.com

About these ads

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s