Incumbent, Belum Tentu Menang!

Hingar bingar Pemilukada Kab. Bekasi nyaris belum terdengar. Memang sih masih dua tahun lagi. Tapi, jangan berpikir tidak ada gejolak. Semua pemain politik bergerak dengan kapasitas dan kemampuannya. Masing-masing nandur, mempersiapkan segala potensi.Mulai dari logistik hingga modal politik.

Bagaimana dengan incumbent? Wooow….ibarat nyawah, tanduran incumbent lah yang paling hebat. Bupati Sa’dudin kepada penulis pernah berkelakar, bahwa dia tidak akan mencalonkan menjadi Bupati lagi di periode mendatang. “Tapi hanya melanjutkan…..” diplomasinya.

Dan, jujur saya harus katakan bahwa incumbenlah yang paling siap untuk bertarung dalam pemilukada 2012.

Tapi, Apakah menjamin Sa’dudin kembali jadi Bupati Periode 2012-2017? Jawabannya BELUM TENTU!

Belum tentu pertama, selama Bupati Sa;adudin menjabat kinerja kerjanya dipertanyakan banyak pihak. Bayangkan, setiap anggaran ada saja dana yang tidak terserap. Tahun 2008, ada Rp. 283 Milyar. Tahun 2009 dana yang tidak terpakai Rp. 440 milyar. Tahun 2010, dana yang tidak terserap sebanyak Rp. 239 milyar.

Bahkan, kemarin tanggal 8 januari 2011, Bupati diprotes warga desa Lenggasari< Kec. Cabang Bungin. yang tak kunjung memperhtikan desa Lenggarhsari untuk membangun jalan.

Belum tentu kedua adalah konflik yang terjadi antara Bupati dan wakil Bupati. Setelah terpilih, kentara sangat bahwa keduanya tak lagi harmonis. Kata semanis madu hanya dibir saja. Janji tinggal janji. Yang ada hanya gigit jari. Bukan rahasia lagi, kalau wakil Bupati kerap curhat di mana-mana. Ia komplain kalau dirinya tidak lagi dipercaya oleh Bupati. Elum tentu

Belum tentu ke tiga adalah kelanjutan dari poin satu dan dua. Karena kinerja tak maksimal dan konflik internal dengan B2, kepercayaan publik pun meruap. Punah tak tahu ke mana. Dalam konteks ini, mesin politik tidak mampu me-manage. Mesin birokrasi apalagi. Politik mutasi terlihat sembaranagan. Ada yang baru dimutasi tiga bulan lalu, sekarang sudah dimutasi lagi. Ada yang kepala dinasnya pangkatnya jauh lebih frendah dari kabid. Terlihat sekali aroma kurang sedap. Ini Cuma akal-akalan untuk mencari modal tahun 2011.

Belum tentu ke empat adalah pengelolaan modal yang amburadul. Modal politik di internal partai kerap diwarnai dinamika. Walau pun di ruang publik, tidak terdengar.. Tapi banyak yang mulai antipati dengan incumben dari internalk partai.

Belum tentu ke lima adalah sikap incumben yang terlalu percaya diri. Tidak mau menerima kritik. Tidak mau menerima masukan. Team sukses hanya dari npartai dan tidak membuka ruang untuk masukan, kritikan atau saran. Pandangan-malah pandangan berbeda disikapi sinis. Hal ini diperparah oleh sekelompok orang dekat bupati nyang sikapnya ABUSE (Asal Bupati Senang. Sehingga, Bupati tidak mau belajar. Tidak mau usaha mempelajari.

Getolnya Sa’dudin ngurusi Pasiban (paguyuban Bekasi Banten) menjadi blunder. Tolakan muncul dari mana-mana. Bupati dianggap memanfaatkan aset rakyat untuk kepentingan kelompok dan golongannya. Jadi, incumben saja tak menjadi jaminan. Sehngga, yang lainnpun bisa mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Bekasi 2012. Hayo, jangan takut sama incumbet! [kim]

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s